Dirimu Tulisanmu


Sejak dahulu kala manusia telah menulis untuk mengekspresikan apa yang ada dalam pikirannnya. Mulai dari catat-mencatat apa yang dianggap penting sampai mencurahkan isi hati dalam bentuk karya tulis seperti puisi dan prosa, terutama bila ia sedang sedih atau gembira.

Betapa banyak karya-karya tulis fenomenal yang berlatar belakang pengalaman sang penulis. Katakanlah seperti novel Sayap-sayap Patah karya Kahlil Gibran yang berlatar belakang kepedulian Gibran pada kondisi kaum perempuan Timur yang menyedihkan, ketamakan dan kekayaan sebagai penghalang bagi kebahagiaan, serta kekuatan cinta yang melimpah ruah.  Dari Indonesia ada tetralogi novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata yang berlatar belakang kepedulian Andrea Hirata terhadap pendidikan dan kebudayaan, terutama budaya Melayu.

Dari sini kita bisa melihat bahwa Kahlil Gibran dan Andrea Hirata merupakan orang yang peduli akan nasib sekitarnya. Selain itu, kita pun bisa menerka-nerka seperti apa watak sang penulis dalam kehidupannya sehari-hari bila kita menelaah lebih dalam karya-karya tulisnya.

Karya tulis sophisticated age

Saat ini, dengan kemajuan teknologi yang semakin pesat, terutama teknologi informasi, orang-orang bisa menulis dan mencurahkan isi hati dan pikirannya sekaligus mempublikasikannya dengan mudah kepada khalayak umum melalui media internet, khususnya melalui layanan blogging dan micro blogging. Banyak situs yang menyediakan layanan seperti ini dan user tidak perlu membayar sepeser pun (kecuali biaya pemakaian internet) untuk menggunakan layanan ini alias gratis. Yang paling terkenal saat ini tentu saja blogspot dan wordpress untuk layanan blogging, dan facebook dan twitter untuk layanan micro blogging.

Sayangnya kemudahan ini membuat sebagian orang tidak berpikir panjang dalam hal mempublikasikan tulisannya di media-media tersebut. Betapa banyak tulisan yang tidak pantas untuk dipublikasikan terpampang dalam status account facebook atau twitter seseorang. Kadangkala status itu berisi kata-kata kasar umpatan, cacian dan makian terhadap sesuatu atau seseorang, dan di waktu yang lain status itu berisi rasa senangnya ketika mendapatkan suatu kebahagiaan, atau bisa juga ungkapan kesedihan hatinya karena ditinggalkan kekasih hatinya (biasanya dengan gaya tulisan yang berlebihan alias alay). Ada pula orang-orang yang selalu mempublikasikan apa yang sedang atau akan ia kerjakan. Lebih tepatnya jadwal kegiatan dia hari itu from dusk til down.

Mungkin orang-orang tersebut berpikir bahwa sah-sah saja baginya untuk menulis dan mempublikasikan apa pun yang ia inginkan. Tapi perlu diingat bahwa ada orang lain dalam wadah tersebut yang belum tentu bisa menerima apa yang ditulis oleh mereka, dan mungkin merasa terganggu dengan tulisan-tulisan tersebut. Pada awalnya mungkin ia tidak terlalu menanggapi hal itu. Tapi bila hal itu terus-menerus terjadi, maka ia pun lama-kelamaan akan merasa jengah dengan hal itu sehingga ia mungkin akan menyembunyikan news feed dari mereka atau bisa juga melaporkan mereka.

Sebetulnya yang perlu kita garisbawahi di sini bukanlah kemungkinan disembunyikan atau dilaporkan itu sendiri, tapi pencitraan atau image diri kita di mata user lain. Seperti yang telah saya sebutkan di awal bahwa watak seseorang bisa tercermin melalui  tulisan-tulisannya. Apa jadinya tanggapan teman-teman  sesama user terhadap diri kita bila kita hanya bisa memberikan tulisan-tulisan yang tidak bermutu dan bahkan tidak pantas? Bisa-bisa mereka yang asalnya simpati terhadap kita menjadi ilfeel yang akhirnya ketika bertemu di dunia nyata sikap mereka akan berubah terhadap kita, bahkan cenderung menjauhi kita, karena sudah merupakan sunatullah bila manusia hanya akan mendekati orang-orang yang bersikap positif  dan menjauhi orang-orang yang bersikap negatif.

Ketika anda kehilangan seorang teman mungkin anda bisa berkata “It’s ok. I don’t need him/her. I still have another one.” Tapi apa jadinya bila beberapa atau bahkan hampir semua teman anda meninggalkan anda? Masih bisakah anda berkata seperti itu? Bisakah kita hidup sendiri? Well, as far as I’m concerned, manusia itu mahluk sosial yang selalu membutuhkan orang lain dalam memenuhi kebutuhan hidupnya dan tidak bisa hidup sendiri.

Lalu bagaimana bila kita pernah menulis hal-hal yang tidak pantas?

Bila kita pernah menulis hal-hal yang tidak pantas, maka hal pertama yang harus dilakukan adalah meminta maaf kepada seluruh user yang merasa terganggu dan meralat tulisan tersebut. Kemudian kita mulai menulis hal-hal yang positif dan bermanfaat sebagai upaya kita memperbaiki diri. Insya Allah dengan melakukan hal ini nilai diri kita akan kembali positif.

Namun apabila anda tetap ingin menumpahkan segala keluh kesah dan kekesalan dalam bentuk tulisan, alangkah lebih baik bila anda melakukannya dengan cara old school. Tulislah segala kekesalan dan keluh kesah anda dalam selembar kertas atau sebuah buku diary. Hal ini akan lebih baik karena orang lain tidak akan tahu, dan hanya anda dan Tuhan sajalah yang mengetahui tulisan itu.

Bagaimana bila kita marah besar terhadap seseorang? Caranya hampir sama. Tulislah segala kemarahan, cacian, makian dan umpatan anda dalam secarik kertas. Kemudian masukkan ke dalam sebuah amplop, dan masukkan amplop itu ke dalam sebuah laci. Dua hari kemudian bukalah laci itu dan bacalah tulisan anda dalam amplop tersebut. Masih merasa pantaskah anda menyampaikan hal itu kepada orang yang dituju?

Silakan jawab sendiri dan renungkan hal ini sebelum menerbitkan segala tulisan anda.

Selamat menulis, Kawan, dan berhatil-hatilah!

-Asep Saripudin-

2 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s