Janji Tinggal Janji


Tah, gamparan mah geus mimiti rék luncat mulang, tadi saur gamparan dibélaan pecah dada, ari ayeuna kudu bérés heula.” (Daéng Kanduruan Ardiwinata, Baruang ka Nu Ngarora)

***

Janji. Kita membuatnya dan kita juga sering mengingkarinya karena (mungkin) beberapa janji sulit untuk ditepati. Berikut ini adalah janji-janji yang sering dilanggar.

Besok saya ke sini lagi.

Biasanya kita mendengar janji ini dari petugas perusahaan listrik, perusahaan air minum, dan atau dari petugas telekomunikasi. Akan tetapi, kenyataannya sangat berbeda. Mereka biasanya datang lagi seminggu kemudian atau bahkan lebih. Dan itu pun kalau kita sudah menelepon mereka berulang kali!

Gue gak bakalan bilang siapa-siapa.

Hampir setiap orang suka mendengarkan rahasia dan biasanya kita suka mengatakan janji ini: “Ga usah takut! Rahasia lo aman. Gue gak bakalan bilang siapa-siapa.” Tentu saja janji ini tidak benar. Kenyataannya setiap orang yang mendengar suatu rahasia akan mengatakan rahasia itu kepada satu orang sambil berkata: “Gue cuma bilang ini ama lo aja! Jangan sampe orang lain tahu!” Dan siklus ini pun berulang sampai akhirnya rahasia itu menjadi rahasia umum!

Tidak akan sakit kok.

Kalimat ini merupakan kalimat favorit para dokter dan perawat. Biasanya kalimat ini diucapkan sebelum mereka menyuntik kita. Sebenarnya kalimat ini tidak lengkap. Kalimat lengkapnya adalah “Tidak akan sakit kok, buat saya (tapi mungkin akan sangat sakit buat kamu).”

Nanti saya hubungi.

Kita sering bertemu dengan orang baru dalam perjalanan liburan kita. Kemudian kita pun mengobrol dengannya dan di akhir perjalanan saling bertukar alamat rumah, surel dan atau nomor telepon lewat secarik kartu nama atau selembar kertas. Kemudian kita pun mengucapkan ini: “Nanti saya hubungi.” Beberapa bulan kemudian kita menemukan kartu nama atau kertas itu dan secara spontan kita ingat tentang orang itu dan janji untuk menghubunginya dan kemudian berkata “Aduh! Aku lupa!” Namun beberapa saat kemudian kita juga sadar bahwa orang itu pun tidak pernah menghubungi kita.

Aku akan mengembalikannya besok.

Ketika kita meminjamkan uang kepada orang-orang, mereka sering mengucapkan janji ini: “Aku akan mengembalikannya besok (atau minggu depan, atau bulan depan, atau …)”, tapi kemudian mereka lupa. Jika kita menagihnya, mereka akan berkata kalau kita pelit atau tidak mau mengerti keadaan mereka. Tapi jika kita tidak menagihnya, kita tidak akan mendapatkan uang kita kembali. Serba salah, kan?

I will always love you.

Setiap hari di seluruh dunia ribuan orang mengucapkan janji ini kepada pasangan mereka ketika mereka menikah. Namun tidak sedikit yang melanggar janji ini karena berbagai sebab. Cinta sejati memang ada, tapi sepertinya tidak semua orang mampu memegang teguh janji ini.

So, Guys, berhati-hatilah dalam berjanji! Jika kita sanggup untuk menepatinya, silakan berjanji. Tapi, jika ragu-ragu, jangan pernah mengumbar janji!!

*Diadaptasi dari sebuah buku berbahasa Inggris.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s