Kambing Vegetarian


Di suatu senja di musim kemarau, ketika itu hujan rintik-rintik, Ujang dan Adun pergi ke suatu réstoran.

Pelayan: Selamat datang di Hayang Deui Resto & Cafe. Mau memesan apa, Pak?

Ujang: Sayah mah mau pesen Kambing Bakar Sepésial.

Adun: Kalo si sayah mah salad Sunda sajah alias loték.

Ujang: Kunaon kamu téh Sadun cuma pesen loték di réstoran? Kalo mau loték mah bisa beli di Ceu Kokom. Bukannya kamu téh paling suka Kambing Bakar?

Adun: Ituh, kemaren Pa dokter téh bilang kalo sayah harus jadi pégétarian biar kolesterolnyah turun.

Pelayan: Bapak-bapak tidak usah khawatir! Menu spesial kami adalah Kambing Bakar non-kolesterol.

Ujang: Tuh, Dun! Kambing Bakarnya non-kolesterol!!

Adun: Oh ya? Yang bener, Kang? Kumaha bisa éta téh?

Pelayan: Benar, Pak. Kambing yang kami sajikan semuanya non-kolesterol karena kambing kami menjalani diet ketat dan semuanya vegetarian.

Adun: Ooohhh…..!!!! Baiklah kalo begituh! Saya pesen Kambing Bakar Sepésialnya satu kilo!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s