Proverbs

Adakah Padanan Paribasa Sunda dalam Peribahasa Inggris?


Walaupun memiliki susunan kata yang cantik, paribasa Sunda kini semakin jarang terdengar dalam kehidupan masyarakat modern di kota-kota besar di provinsi Jawa Barat, khususnya di kota tempat tinggal saya Bandung. Jangankan ungkapan tradisional, ketika saya mengatakan beberapa kata tradisional, seperti golodog, sééng, pamidangan, saat berbincang dengan kawan-kawan saya yang lebih muda, mereka jarang sekali memahaminya. Biasanya mereka akan bertanya, “Itu artinya apa, Om?”, dan saya pun harus menjelaskannya dan tak jarang diledek “ketuaan kayak Master Yoda.”

Sebagai penerjemah, kadang-kadang terpikir apakah ada padanan untuk peribahasa suku saya dalam peribahasa Inggris. Untuk mencari padanannya jelas tidak mudah, karena setiap bahasa memiliki gaya bahasa dan pilihan katanya sendiri, yang dipengaruhi oleh adat-istiadat lokal dan keadaan alam setempat, dalam mengungkapkan suatu hal. Belum lagi, kita harus mempertimbangkan pembaca. Apakah mereka memahami makna dari peribahasa yang kita gunakan? Jadi, menerjemahkan peribahasa atau maknanya merupakan pilihan yang lebih rasional untuk kita. Walaupun demikian, ini menjadi tantangan tersendiri untuk saya.

Akhirnya saya mempelajari beberapa buku tentang peribahasa Sunda dan Inggris: Babasan & Paribasa, Kabeungharan Basa Sunda edisi 1 dan 2 karya Ajip Rosidi, 700 Paribasa Sunda karya R. Maskar Gandasoedirdja, The Facts on File Dictionary of Proverbs edisi 2 karya Martin H. Manser, dan American Idioms Dictionary karya Oemar Ali. Setelah menelaah selama beberapa bulan, saya menemukan 224 padanan dari 4931 peribahasa dan ungkapan. Berikut ini beberapa di antaranya.

1. Melak cabé moal jadi bonténg – as you bake, so shall you brew
Artinya cara Anda memulai suatu usaha akan menentukan baik atau buruk hasilnya. Dengan kata lain, nasib manusia tergantung pada usahanya.

2. Halodo sataun lantis ku hujan sapoe – a good name is sooner lost than won
Artinya diperlukan waktu yang tidak sebentar dan usaha yang tidak sedikit untuk membangun nama baik, tapi kita bisa kehilangan itu dalam sekejap hanya dengan satu perbuatan bodoh/salah saja.

3. Ngabéjaan bulu tuur – don’t teach your grandmother to suck eggs
Artinya kita sebaiknya tidak bersikap sok tahu kepada orang yang lebih tua dan lebih berpengalaman.

4. Nyieun poé panungtungan – live every day as though it were your last
Artinya menjalani hidup sepenuh hati, dan memanfaatkan dengan baik setiap detiknya.

5. Maju jurang mundur jungkrang – between the devil and the deep sea
Artinya tidak ada pilihan yang bagus, dua-duanya merugikan, atau sedang berada di antara dua bahaya besar.

6. Nurun ka indung ngala ka bapa – chip off the old block
Artinya seorang anak akan memiliki kemiripan dengan orang tuanya, baik dalam penampilin maupun karakternya.

Temuan ini membuat saya menyimpulkan bahwa ada sedikit kemiripan antara masyarakat Sunda dan Inggris dalam menggambarkan watak manusia dan nilai-nilai moral.

***
Sukses untuk kita semua
OMASF
***

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s